Play It
Game-Based Learning
Peserta belajar lewat permainan yang dirancang khusus.
- Kira-kira 30–90 menit
- Minimal 6 peserta
- Tatap muka, online terbatas
Geser ke kiri untuk lanjut →
1 / 8
Apa itu Game-Based Learning
Permainannya dibuat khusus untuk satu materi.
Peserta belajar sambil bermain, lalu membahas apa yang terjadi.
2 / 8
Sebelum dan sesudah
Contohnya sesi kerja sama antardivisi.
SebelumFasilitator menjelaskan pentingnya kerja sama antardivisi.
SesudahTiap kelompok memegang potongan informasi yang berbeda, dan hanya bisa menang kalau saling berbagi. Sesudah bermain, kelompok membahas apa yang terjadi.
3 / 8
Contoh lain
Contohnya sesi alur kerja dari pesanan masuk sampai dikirim.
SebelumFasilitator menampilkan diagram alur kerja antarbagian.
SesudahTiap tim memproses pesanan tiruan, dan tiap anggota memegang satu bagian. Tim yang paling banyak mengirim pesanan dalam 10 menit menang. Lalu tim membahas di mana pesanan tertahan.
4 / 8
Tujuan materinya apa?
Game-Based Learning dipakai kalau tujuannya:
peserta mengalami sendiri ___
Bagian kosong diisi materi sesi. Misalnya: peserta mengalami sendiri kerja sama antardivisi.
Game-Based Learning butuh waktu persiapan. Bagian paling penting justru pembahasan sesudah bermain.
5 / 8
Apakah metode ini cocok?
Cocok kalauKonsepnya lebih mudah dipahami kalau dialami langsung, dan ada waktu untuk persiapan.
Kurang cocok kalauWaktu persiapan atau waktu sesinya sedikit.
6 / 8
Butuh perangkat apa?
- Permainan dengan aturan yang jelas.
- Bahan main, misalnya kartu atau papan.
- Pertanyaan untuk pembahasan sesudah bermain.
7 / 8
Kalau sesinya online
Hanya bisa kalau permainannya punya versi digital. Permainan yang pakai kartu atau papan fisik lebih cocok tatap muka.
8 / 8
Langkah saat sesi
- Jelaskan aturan mainnya.
- Jalankan permainannya.
- Bahas apa yang terjadi, lalu hubungkan dengan pekerjaan.